Kamis, 09 Oktober 2014

PEMBUATAN PUPUK KOMPOS

Kompos merupakan bahan organik yang telah terurai dan dikitar semula sebagai baja dan pembetul tanah. Kompos merupakan bahan utama dalam pertanian organik. Kompos digunakan untuk penyubur tanaman.
Bahan-bahan untuk membuat pupuk kompos adalah=
1. Daun kering.
2. Kertas/koran.
3. Wadah untuk pembakaran.
4. Tempat untuk mengayak.
5. Ayak-kan.
6. Tanah yang subur.
Cara membuat pupuk kompos=
1. Siapkan daun kering dan kertas untuk dibakar.
2. Siapkan wadah yang besar yang penting tidak plastik atau bahan yang mudah terbakar.
3. Nyalakan korek api lalu bakar semua kertas dan daun kering hingga habis terbakar semua.
4. Tunggu 5 sampai 7 menit hingga semua bahan benar-benar terbakar semua.
5. Setelah itu campur dengan sedikit saja tanah yang subur. Lalu aduk sampai rata.
6. Taruh kompos yang sudah i campur aduk oleh tanah di tempat yang tertutup tetapi di wadah itu di beri lubang kecil untuk mengurangi air yang di berikan berlebih.
7. Siram 1x sehari.
8. Lalu kita harus menunggu 2 sampai 3 bulan untuk menghasilkan kompos yang baik dan bagus.
9. Ambil ayakkan dan kompos yang telah jadi.
10. Ayak-lah kompos itu dan jadilh kompos yang halus dan tidak kasar.
Itulah cara membuat pupuk kompos. Kompos dapat berguna untuk berbagai macam. Seperti untuk menyuburkan tanaman dan di jual untuk mendapat uang.
Jadi kesimpulannya=

Kompos sangatlah berguna bagi makhluk hidup dan juga tanpa sengaja juga berguna untuk bahan berdagang masyarakat. Jadi kita semua jangan berpikir bahwa sampah itu tidak dapat di gunakan lagi. Tetapi kenyataannya adalah bisa berguna sekali untuk kita semua.

LENKA – THE SHOW

lenka – the show
I'm just a little bit caught in the middle
Life is a maze and love is a riddle
i don't know where to go, can't do it alone
I've tried, and i don't know why...

Slow it down, make it stop
Or else my heart is going to pop
'Cause it's too much, yeah it's a lot
To be something i'm not
I'm a fool out of love
'Cause i just can't get enough...

I'm just a little bit caught in the middle
Life is a maze and love is a riddle
i don't know where to go, can't do it alone
I've tried, and i don't know why
I'm just a little girl lost in the moment
I'm so scared but i don't show it
I can't figure it out, it's bringing me down
I know i've got to let it go...
And just enjoy the show

The sun is hot in the sky
Just like a giant spotlight 7kkk
The people follow the signs
And synchronise in time
It's a joke, nobody knows
They've got a ticket to the show....

(i want my money back, just enjoy the show)

WAKTUNYA ARTIKEL! ARTIKEL CINTA DAN KASIH SAYANG

ARTIKEL CINTA DAN KASIH SAYANG
Hidup akan terasa lebih indah bila kita selalu diliputi dengan saling mencinta, saling memberi kasih dan saling menyayangi tanpa memandang perbedaan baik itu warna kulit, agama, kehidupan sosial, ekonomi, dan lain – lain.

Kasih sayang merupakan salah satu sisi yang paling dalam kehidupan manusia. Dengan kasih sayang manusia bertahan hidup, dengan kasih sayang pula generasi manusia berlanjut. Kasih sayang adalah fitrah manusia. Mengikuti kaidah bahwa pendidikan adalah upaya memuliakan kemanusiaan manusia, maka situasi pendidikan harusnya dikembangkan melalui kasih sayang, segenap arah dan isinya dipenuhi warna kasih sayang.
Kasih sayang dimanifestasikan melalui komunikasi dan perlakuan yang bernuansakan kelembutan. Kasih sayang dan kelembutan berada dalam satu paket yang mewarnai situasi pendidikan. Dalam suasana kasih sayang dan kelembutan itu wahana situasi pendidikan metransformasi peserta didik mencapai tujuan pendidikannya.
MAKNA KASIH SAYANG
Kata kasih dan sayang itu mengandung pengertian yang sangat luas. Dan yang pasti setiap insan manusia perlu tahu dan mengerti apa makna kasih sayang yang sebenarnya, sekaligus memilikinya di dalam hati sanubari. Seseorang akan terlanda kekeringan jiwa jika hidup tanpa memiliki kasih maupun sayang. Apapun yang terjadi,  pasti dia akan ingin selalu dicintai sekaligus mencintai orang lain. Dari pertama kali lahir di dunia sampai nanti ajal menjemput
Yang dimaksud kasih dan sayang disini bukan sekedar hubungan cinta atau asmara antara seorang laki – laki dan seorang perempuan saja. Namun bersifat lebih universal. Sehingga hal ini bisa terjadi antara sahabat, saudara, keluarga dan lain – lain. Dan yang perlu ditekankan adalah bahwa kasih dan sayang yang tulus itu selalu punya sifat yang ikhlas dan lebih banya memberi daripada menerima. Kepentingan diri sendiri sering dinomorduakan dan memberi kebahagiaan pada orang yang dikasih dan disayanginya.
KEKUATAN DARI KASIH DAN SAYANG
Kasih, sayang dan cinta. Itu semua adalah anugerah dari Tuhan yang diberikan kepada kita semua. Tujuannya untuk menciptakan kehidupan damai di dunia agar selalu diliputi oleh ketentraman. Untuk itulah setiap orang perlu memaknai kasih sayang agar bisa saling menghargai kepribadian dari orang lain, meski dia punya perbedaan dengan pribadi kita.
Karena dari disinilah akant ercipta keharmonisan yang aman serta penuh kemesraan. Setelah itu akan muncul daya cipta yang terwujud dalam bentuk cinta, baik cinta terhadap sesama manusia, lingkungan dan Sang Maha Pencipta, yaitu Tuhan Yang Maha Esa
MENCIPTAKAN RASA KASIH DAN SAYANG DALAL KELUARGA
Agar di dalam suatu keluarga bisa tercipta rasa saling sayang dan mengasihi, maka masing – masing anggota keluarga harus selalu menciptakan kebahagiaan bagi anggota keluarga yang lain. Ibu memberi rasa sayang kepada bapak dan anaknya, kemudian bapak mencurahkan semua perhatian pada istri dan keturunannya. Sedangkan anak bisa memberikan rasa cinta dan hormatnya kepada kedua orang tuanya.
Hal ini akan menyuburkan perasaan saling terikat antara satu dengan yang lain dan menjadi kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Apa yang menjadi kesedihan dari salah satu anggota keluarga , maka akan menjadi kesedihan bagi semuanya. Demikian pula juga bila ada yang mendapat kebahagiaan, maka semua bisa ikut merasakan kebahagiaan itu.
Ini bisa terlaksana pada semua anggota keluarga jika setiap pihak keluarga, terutama pihak orang tua menjadi contoh dan teladan yang baik bagi anaknya. Karena sang anak sejak lahir selalu ikut orang tua. Maka secara mental dia juga menjadikan orang tuanya sebagai panutan dalam menjalani kehidupannya.
Orang tua yang baik dan mengerti akan makna kasih sayang akan pasti mengajari anaknya tentang bagaimana cara mengasihi dan menghormati anggota keluarganya dan roang lain dalam hidup bermasyarakat. Dan yang tidak kalah penting adalah juga selalu berusaha menghilangkan rasa benci dan dendam bila terjadi permasalahan di antara mereka. 

WAKTUNYA CERPEN: ARGAPURA DAN RENGGANIS

ARGAPURA DAN RENGGANIS
  Baik Argapura maupun Rengganis adalah nama tempat di wilayah bogor. Tidak banyak yang tahu, kedua nama itu dulunya adalah nama seorang ayah beserta anak gadisnya. Inilah ceritanya.
  Argapura adalah seorang pandita yang suka bercocok tanam dan memelihara ikan. Di pelantaran rumahnyatumbuh berbagai bunga yang menyebarkan wangi yang semerbak. Siapapun yang datang atau melewati tempat itu akan terkagum-kagumdengan keasrian kebun dan taman Pandita Argapura. Begitu pula dengan ikan peliharaan dikolam dibelakang rumahnya. Berjenis-jenis ikan dipelihara olehnya.
   Banyak orang suka datang ke tempat itu, termasuk para jejaka. Tidak seperti yang lain, para jejaka itu sebenarnya bukan ingin menikmati keindahan taman atau kolam ikan Pandita Argapura. Mereka ingin bertemu dengan Rengganis, anak gadis sang pandita. Mereka senang kalau bisa bertegur sapa dengan gadis yang cantik dan baik hati itu.
   Berawal dari para jejaka yang tinggal di sekitar rumahnya, berita kecantikan dan kebaikan hati Rengganis akhirnya tersebar kemana-mana. Banyak yang ingin menyaksikan sendiri kecantikan Rengganis, termasuk para pangeran dan saudagar.
   Maka berdatanganlah para pangeran dan saudagar ke kediaman Pandita Argapura. Mereka datang membawa beraneka hadiah untuk memikat hati Rengganis. Namun, Rengganis tak juga menentukan pilihannya. Pandita Argapura yang semula tenang-tenang saja, kini mulai gelisah dengan penolakan Rengganis kepada para pangeran dan saudagar itu. Pandta Argapura khawatir penolakan itu berakibat buruk pada Rengganis dan orang-orang di sekitarnya.
“ Mengapa tidak kau tentukan mana yang kau pilih sebagai suamimu kelak?” tanya Pandita Argapura pada suatu hari. Rengganis menggeleng.
“ Belum ada yang cocok.”
   Karena Rengganis selalu menjawab “ Belum ada yang cocok.” Setiap kali ditanya mengenai calon suaminya, ayahnya mulai putus asa. Sebetulnya bukan hanya Pandita Argapura, Rengganis sendiri juga risau dengan keadaan itu.
“ Ah, kecantikan ini jadi beban buatku. Mengapa aku tidak seperti gadis-gadis lain saja, yang tidak perlu bingung karena di sunting banyak laki-laki,” sesal Rengganis di depan cermin.
   Sementara itu, makin banyak pangeran yang datang dan ingin bertemu dengan Rengganis. Selama menunggu, mereka tinggal di rumah penduduk atau mendirikan tenda di pinggir desa. Desa itu menjadi ramai. Para penduduk tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu. Mereka lalu menjajakan dagangan atau menyediakan jasa membantu apapun.
“ Sungguh Rengganis pembawa rezeki...,” begitu kata mereka.
   Di rumahnya, Pandita Argapura terus berpikir bagaimana caranya mengatasi persoalan ini. Setelah berpikir sekian lama, akhirnya ia mendapat jalan keluar.
“ Rengganis, anakku. Setelah aku berpikir baik-baik, akhirnya kutemukan jalan keluar kita...”
   Yang di sebut jalan keluar oleh Pandita Argapura adalah meninggalkan tempat itu secara diam-diam. Karena tak ada pilihan lain, Rengganis menyetujui ajakan itu. Pada suatu malam, ketika hujan turun dengan lebatnya, berkelebatlah dua bayangan hitam meninggalkan desa itu. Itulah bayangan Pandita Argapura dan Rengganis.

    Keesokan harinya, gegerlah desa itu. Pandita Argapura menghilang tak tentu rimbanya, seperti di telan bumi. Orang-orang pun mencarinya kesana kemari, tetapi sia-sia. Setelah sekian lama mencari, tetapi selalu berakhir dengan sia-sia, pencarian pun di hentikan. Sejak itu, untuk mengenang keduanya, nama mereka di pakai sebagai nama-nama tempat. Argapura di pakai sebagai nama gunung, sedangkan Rengganis dipakai sebagai nama desa tempat gunung itu berada.
WAKTU CERPEN,
                   
                       PAK WANDI SANG TUKANG KAYU


Ada seorang tukang kayu bernama Pak Wandi. Ia tinggal di sebuah pondok, di tepi hutan. Pak Wandi mempunyai seekor anjing besar bernama Boni. Boni sangat patuh dan selalu menemani kemanapun Pak wandi pergi.
Pak Wandi memiliki kumis tebalsehinng anak-anak desa agak takut padanya. Akan tetapi, kemanapun Pak Wandi pergi, anak-anak desa selalu mengikutinya.
Sebab, jika Pak Wandi berkunjung ke rumah temannya, Boni akan menunggu di luar rumah.
Dan pada saat itulah anank-anak desa akan mengajak Boni bermain. Anak-anak itu tidak tahu bahwa sebenarnya Pak Wandi sangat ramah dan baik hati.
Suatu hari, Pak Wandi mendapat pesanan 100 kursi kayu dari kelurahan. Untuk mengerjakannya, Pak Wandi harus mencari kayu di hutan. Sore harinya, Pak Wandi mengajak Boni ke hutan. Namun, tidak seperti biasanya,hari itu Boni menggonggong keras. Pak Wandi agak heran melihat anjingnnya itu. Pak Wandi memilih pohon yang akan ditebang nya dengan cermat. Pohon yang akn ditebang tidak boleh pohon yang masih muda. Kayunya harus yang tebal dan kuat.
Tinggi pohon juga harus di perhitungkan dengan benar, agar tidak menumbangkan pohon-pohon lain saat dirobohkan. Pak Wandi sadar ia harus tetapmenjaga kelestarian hutan. Setelah menebang pohon, biasanya Pak Wandi menanam lagi beberapa pohon baru untuk mencegah hutn menjadi gundul.
Karena asyik bekerja, Pak Wandi tidak memperhatikan Boni. Akhirnya baru selesai menebang pohon, Ia baru menyadari kalau Boni hilang.
“ Boni... Boni... Boni... ” Teriak Pak Wandi.
 Baru saja selesai memanggil Boni, ia muncul dari balik semak-semak sambil membawa potongan sehelai baju. Sambil mengibaskan ekornya, Boni menngonggong. “Baiklah Boni. Apa yang akan kau tunjukan? ” Tanya Pak Wandi sambil mengikuti Boni yang sedang berlari ke sebuah tempat. Di tepi jurang, Boni berhenti. Pak Wandi melongok kebawah. Di dalam jurang yang dalam, ada seorang anak tergeletak di bawah nya. Pak Wandi terkejut. Sedikit saja anak itu bergerak, ia pasti akan jatuh lebih dalam lagi. Dengan sigap, Pak Wandi mengambil tali yang ia bawa dan di lilitkan pada sebuah pohon ditepi jurang itu. Tali itu cukup panjang sehingga Pak Wandi dapat turun hingga mencapai tempat anak itu. Ia turun dengan hati-hati. Sesampainya di dasar tepi jurang tempat anak itu terjatuh, Pak Wandi memeriksa anggota tubuhnya kalau-kalau ada tulang yang patah. Setelah di periksa, tidak ada tulang yang patah. Tetapi hanya luka kecil yang ada di kiri kanan tangan kaki anak itu.
Anak itu di angkat ke atas bahunya. Diangkat anak itu keatas jurang agar ia selamat. Pak Wandi merasa pernah melihat anak ini di desa, namun ia tak tahu siapa namanya. Di bawa anak itu ke pondoknya. Dibaringkanlah anak itu diatas tempat tidur. Anak itu memakai sweater kotak-kotak dan celana main warna merah. Ketika sadar, anak itu ketakutan melihat Pak Wandi. Pak Wandi menyodorkan susu coklat panas. Karena kelaparan, ia menghabiskannya dengan cepat.
“ Nah... ” Kata Pak Wadi kemudian. “ Siapa nama mu? ’’ Tanya Pak Wadi. “ Lodi, aku ingin pergi kembali ke hutan. Aku ingin memburu burung-burung dan tumbuhan melati.” Kata lodi menangis. Pak Wandi terkejut. Kemudian ia menasehati lodi, “ Lodi, ternyata kamu yang telah menghilangkan tawa burung dan wangi bunga melati itu? Kenapa kamu melakukannya? ” Tanya Pak Wadi heran. “ Aku melakukan itu untuk menjualnya. Lagi pula burung dan melati itu sangat bagus. Supaya dapat menambah tabungan ku. ”Kata Lodi sambil terisak. Pak Wadi tersenyum, ia tak ingin berbasa-basi lagi. Ia pun mengantar Lodi pulang. Setelah itu, Pak Wadi lebih giat lagi menjaga hutan dan melindunginya supaya tak gundul dan mencemari udara segar.

Sabtu, 27 September 2014

aktivitas 1.1 pkn jawaban smp kelas 8 buku ppkn kurnas

Aktivitas 1.1
Setelah kalian mencari informasi dengan membaca wacana materi di atas dan sumber belajar lain, tulislah apa yang sudah kalian ketahui tentang BPUPKI, seperti:
1. Pembentukan BPUPKI
2. Keanggotaan BPUPKI
3. Tugas BPUPKI
2. Sidang BPUPKI
Kalian dapat menambahkan semua informasi yang diperoleh dari berbagai sumber tentang BPUPKI.

Jawaban:
1. Pembentukan BPUPKI:
Jepang mulai menguasai Indonesia setelah Belanda menyerah kepada Jepang di Kalijati, Subang Jawa Barat pada tanggal 8 Maret 1942. Semboyan “Jepang Pelindung Asia, Jepang Pemimpin Asia, dan Jepang Cahaya Asia” didengungkan oleh Jepang untuk menarik simpati rakyat Indonesia. Sejak berkuasa di Indonesia, Jepang dengan segala cara menguras kekayaan dan tenaga rakyat Indonesia yang menimbulkan kesengsaraan bagi rakyat Indonesia. Penjajahan oleh Belanda dan Jepang menimbulkan penderitaan yang dalam bagi bangsa Indonesia. Namun, penderitaan tersebut tidak menyurutkan semangat bangsa Indonesia untuk meraih kemerdekaan. Berbagai upaya dilakukan bangsa Indonesia dengan menyusun barisan dan bersatu padu mewujudkan kemerdekaan yang dicita-citakan. Pada bulan September 1944, Perdana Menteri Jepang, Koiso, dalam sidang parlemen mengatakan bahwa Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Tindak lanjut dari janji tersebut, pada tanggal 1 Maret 1945, Jepang mengumumkan pembentukan Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia/BPUPKI). BPUPKI beranggotakan 62 orang yang terdiri atas tokoh-tokoh bangsa Indonesia dan 7 orang anggota perwakilan dari Jepang. Ketua BPUPKI adalah dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat, dengan dua wakil ketua, yaitu: Ichibangase Yosio (Jepang) dan R.P Soeroso.BPUPKI mengadakan sidang sebanyak dua kali sidang resmi dan satu kali sidang tidak resmi. Sidang resmi pertama tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945, membahas tentang dasar negara. Sedangkan sidang kedua berlangsung tanggal 10 sampai dengan 17 Juli 1945 dengan membahas rancangan undang-undang dasar. Sidang BPUPKI dilaksanakan di gedung “Chuo Sangi In”, dan kini gedung itu dikenal dengan sebutanGedung Pancasila.
Kekalahan Jepang dalam perang Pasifik semakin jelas, Perdana Menteri Jepang, Jenderal Kuniaki Koiso, pada tanggal 7 September 1944 mengumumkan bahwa Indonesia akan dimerdekakan kelak, sesudah tercapai kemenangan akhir dalam perang Asia Timur Raya. Dengan cara itu, Jepang berharap tentara Sekutu akan disambut oleh rakyat Indonesiasebagai penyerbu negara mereka, sehingga pada tanggal 1 Maret 1945 pimpinan pemerintah pendudukan militer Jepang di Jawa, Jenderal Kumakichi Harada, mengumumkan dibentuknya suatu badan khusus yang bertugas menyelididki usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia, yang dinamakan "Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia" (BPUPKI) atau dalam bahasa Jepang: Dokuritsu Junbi Cosakai. Pembentukan BPUPKI juga untuk menyelidiki, mempelajari dan memepersiapakan hal-hal penting lainnya yang terkait dengan masalah tata pemerintahan guna mendirikan suatu negara Indonesia merdeka.BPUPKI resmi dibentuk pada tanggal 29 April 1945, bertepatan dengan ulang tahun kaisar Jepang, Kaisar Hirohito. Dr. Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T.) Radjiman Wedyodiningrat, dari golongan nasionalis tua, ditunjuk menjadi ketua BPUPKI dengan didampingi oleh dua orang ketua muda (wakil ketua), yaitu Raden Pandji Soeroso danIchibangase Yosio (orang Jepang). Selain menjadi ketua muda, Raden Pandji Soeroso juga diangkat sebagai kepala kantor tata usaha BPUPKI (semacam sekretariat) dibantuMasuda Toyohiko dan Mr. Abdoel Gafar Pringgodigdo. BPUPKI sendiri beranggotakan 67 orang, yang terdiri dari: 60 orang anggota aktif adalah tokoh utama pergerakan nasional Indonesia dari semua daerah dan aliran, serta 7 orang anggota istimewa adalah perwakilan pemerintah pendudukan militer Jepang, tetapi wakil dari bangsa Jepang ini tidak mempunyai hak suara (keanggotaan mereka adalah pasif, yang artinya mereka hanya hadir dalam sidang BPUPKI sebagai pengamat saja).

TARIAN KATREJI

TARIAN KATREJI

Tari Katreji adalah tarian asal Portugis dipakai untuk acara ramah tamah.Tarian ini juga merupakan penggambaran pergaulan anak muda. Tari Katreji dimainkan secara berpasangan antara wanita dan pria dengan gerakan bervariasi yang enerjik dan menarik. Katreji adalah tarian pergaulan yang mengalami akulturasi dengan budaya Barat. Dalam pesta-pesat rakyat di Ambon, tradisi tari bersama ini lazim dilakukan. Mereka berdansa berpasang-pasangan, suami dengan istri, orang tua dengan anak, adik dengan kakak, atau pemuda dengan teman atau pacarnya, bahkan sampai anak-anak kecil. Dengan diiringi musik bergaya Hawaiian, para tamu berdansa tertib, sepertinya mereka sudah saling memahami gerakan masing-masing. Dalam tarian Katreji, banyak jenis gerakan dilakukan. Tarian pembukanya disebut mars, seperti dansa tapi dilakukan secara cepat.

Tari Katreji, Maluku


Tari ini hampir sama dengan tari-tarian Eropa pada umumnya karena Katreji juga merupakan suatu akulturasi dari budaya Eropa (Portugis dan Belanda) dengan budaya Maluku. Hal ini lebih nampak pada setiap aba-aba dalam perubahan pola lantai dan gerak yang masih menggunakan bahasa Portugis dan Belanda sebagai suatu proses biligualisme. Tarian ini diiringi alat musik biola, suling bambu, ukulele, karakas, guitar, tifa dan bas gitar, dengan pola rithme musik barat (Eropa) yang lebih menonjol. Hal ini lebih nampak pada setiap aba-aba dalam perubahan pola     lantai dan gerak yang masih menggunakan bahasa Portugis dan Belanda sebagai suatu proses biligualisme.  Selain Katreji, pengaruh Eropa yang terkenal adalah Polonaise yang biasanya dilakukan orang Maluku pada saat kawinan oleh setiap anggota pesta tersebut dengan berpasangan, membentuk formasi lingkaran serta melakukan gerakan-gerakan ringan yang dapat diikuti setiap orang baik tua maupun muda. Tarian ini masih tetap hidup dan digemari oleh masyarakat Maluku sampai sekarang.                       


Tarian ini biasanya dibawakan saat pembukaan pesta seperti kawinan, perayaan hari-hari besar Maluku atau perayaan/upacara adat. Katereji adalah tarian pergaulan yang mengalami akulturasi dengan budaya Barat. Dalam pesta-pesat rakyat di Ambon, tradisi tari bersama ini lazim dilakukan. Mereka berdansa berpasang-pasangan, suami dengan istri, orang tua dengan anak, adik dengan kakak, atau pemuda dengan teman atau pacarnya, bahkan sampai anak-anak kecil. Dengan diiringi musik bergaya Hawaiian, para tamu berdansa tertib, sepertinya mereka sudah saling memahami gerakan masing-masing. Dalam tarian Katereji, banyak jenis gerakan dilakukan. Tarian pembukanya disebut mars, seperti dansa tapi dilakukan secara cepat.










Alat-alat musik yang di pakai:

1. 

Suling bambu

2.  Ukulele

3. 

Biola

4. 

Tifa




5. 

Bas gitar






  Katreji zaman sekarang berfariasi bentuk gerakannya. Ini di lakukan agar orang yang menarikan-nya lebih mudah di tarikan, lebih mudah di mengerti langsung gerakannya dan lebih kreatif dan lebih asyik untuk di mainkan secara bersama-sama. Menari tarian katreji akan lebih seru lagi jika ditemani oleh musik yang seru dan asyik untuk di dengar dan di tarikan. Saat ini sekolah-sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas juga menyukai tarian. Orang-orang tua juga ikut menyukai gerakan ini dan memodifikasinya dengan gaya-gaya senam atau tarian yang lainnya.





  Foto-foto diatas memperlihatkan para orang tua yang tidak mau ketinggalan untuk memperlihatkan kelincahan mereka dalam menarikan tarian yang satu ini. Tetapi kita anak-anak juga tidak boleh kalah. Kita bukan hanya harus menyukainya. Tetapi kita harus melestarikan kebudayaan ini. Jangan sampai tarian katreji menjadi hilang atau lenyap oleh kebudayaan luar negri yang merajalela di zaman ini. Kita sebagai penerus bangsa haruslah mengajari kepada adik-adik kita tentang tarian katreji ini yang berasal dari maluku.



Tarian katreji ini mempunyai manfaat seperti:
1.   Memperlihatkan kekompakkan dalam menari.

2.   Meper-erat kebersamaan.

3.   Membuat badan menjadi lebih terlatih dalam menarikan tarian yang bernada cepat dan tidak dapat di ikuti.


4.   Orang tua dapat ikut serta dalam menarikan tarian ini tanpa kesulitan.




  Kita haruslah melestarikan tarian katreji ini. Sebab tarian katreji ini hampir punah atau tidak ada lagi. Orang maluku juga hampir tidak menarikan tarian ini lagi. Oleh karena itulah kita sebagai penerus bangsa harus melestarikan tarian katreji ini. Sekian pengetahuan dari tarian katreji ini. Terimakasih.